selamat siang
hari ini pengen nulis lagi tentang pengalaman pribadi, kejadiaannya sih udah lama banget, tapi kok ya penyesalannya baru terasa saat ini. lagi dan lagi dan lagi penyesalan selalu datang terlambat, apapun bentuk penyesalan itu harus di tanggapi dengan hati yang lapang dan senang selalu, karena itu semua adalah pelajaran hidup dan liku serta takdir yang sudah digariskan untuk kita lalui sampai akhirnya kita memperoleh kebahagian yang kita perjuangan selama ini.
penyesalan sebuah cinta, cinta tulus dari orang yang tulus dan baik terhadap diriku yang biasa saja, dan cenderung memiliki sifat yang tidak baik (jutek, pemarah, dan ambekan)
Diawali di tahun 2009 saat dikenalkan teman SMP oleh seorang pria yang bernama ardiansyah ardi, pria bertubuh hitam, berbadan tinggi besar, sedikit manis, tapi sangat baik dan penyabar. dia pria yang sangat berani (menurutku), berani karena awal perkenalan dia lansung datang kerumahku tanpa di temani oleh temanku yang memperkenalkan dia kepadaku, dia lansung mau melihat keluarga ku. awalnya aku kecewa lantaran dia tidak sesuai dengan harapan, tapi aku tidak mau memperlihatkan kekecewaanku, aku berusaha ngobrol layaknya dengan temanku, dan dia pun ngobro dengan ayah dan ibu ku. selesai pertemuan pertama ku itu, ternyata ayah dan ibuku menyukai dan menyetujui dia, menurut mereka dia anak yang sopan dan baik, namun hati ku masih belum bisa menerima dia apa adanya, akupun mencari jalan bagaimana agar ibuku menjadi tidak menyetujui dirinya jika berhubungan dengan dirinya. setelah pertemuan itu kami pun sering komunikasi, sering berbincang walaupun aku menanggapinya atas dasar "ya ya mau mau enggak". dan dari obrolan itu aku dapat satu kunci bagaimana caranya agar aku bisa membuat ibu dan ayahku tidak menyetujui dirinya, ya aku beritahu kedua orang tua ku kalau ardi adalah seorang pria padang dengan suku pariaman, kontak tanpa basa basi ibu dan ayahku lansung tidak menyetujui ardi, dan menyuruhku menyudahi semuanya agar tidak terlanjur, lalu berbagai carapun aku lakukan agar ardi tidak lagi mendekati diriku, padahal saat itu obrolan kami sudah kearah pernikahan dan mencari solusi permasalahan yang mungkin mncul jika kelak kita menikah. kebetulan saat itu aku juga sedang dikenali dengan pria bernama yogie avalon oleh temanku, pria yang ganteng, dengan tubuh tinggi putih dan mendekati sempurna, walaupun kehidupannya ternyata sangat kelam, tapi karena terpesona dengan ketampanannya akupun lebih menyukai yogie ketiban ardi. dan ide jahatpun muncul bagaimana cara agar atdi pergi jauh dari kehidupanku, ya dengan selalu cerita tentang yogie kepada ardi berhasil membuat ardi pergi meninggalkan diriku, dan aku dapat kabar dari temanku yang memperkenalkan dia kepada diriku bahwa di kecewa dengan diriku lantaran aku sepertinya tidak menyukai dirinya karena sering membicarakan pria yang bernama yogie padahal saat itu dirinya (ardi) sudah sangat suka dengan diriku. saat aku mendengar cerita itu tidak ada perasaan sesal atau sedih bahkan aku sangat bersyukur, dan beralibi kepada temanku bahwa aku tidak bisa menerima dirinya karena tidak mungkin direstui oleh ibu dan ayahku yang tidak mengingikan anaknya menikah dengan orang pariaman. waktu terus berjalan dan aku pun akhirnya di sakiti oleh yogie avalon, pria yang aku cintai dan aku sukau, bahkan aku rela membatunya mencari pekerjaan dengan bertanya kepada teman-temanku jika ada lowongan yang kosong, bahkan setiap sabtu minggu aku selalu mencari lowongan perkerjaan perusahaan minyak di korang langganan keluarga ku, namun semua itu hasilnya nihil, bukan kebaikan yang aku terima justru kecewa yang aku dapat, kekecewaan ku muncul saat temanku bercerita kepada ku atas opini yogie tentang diriku, dia bilang " widya mah bukan tipe gw, gw mah gak suka cewek hitam dan pendek". seketika aku seperti tertusuk pisau, aku menangis, dan tak habis pikir kenapa orang yang aku suka dan cintai bisa sangat begitu jahat pada diriku dengan berkata seperti itu, dan aku pun seketika teringat pada ardi pria yang aku perlakukan tidak baik agar dia menjauh dari diriku.
tahun 2013 awal mulai komunikasi kembali dengan ardi, aku yang memulai duluan, dan aku yang intens bertanya bagaimana kabarnya dan semua kegiatannya, ya kalo bisa dibilang seperti wanita yang sedang mengemis agar cintanya kembali lagi, dari setiap komunikasi yang aku jalani, aku menganggap komunikasiku berhasil dan diapun masih menyukai dan mengharapkan diriku, namun bulan april 2013 aku mulai curiga sataku meminta dirinya untuk menemani diriku kondangan ke teman kantorku, dia menolak menemani diriku dengan banyak alesan, padahal dulu dia selalu bersedia dan menawariku jika aku butuh batuannya. dari situpun aku mulai merasa curiga kalau dirinya sudah punya kekasih hati, namun aku harus berpositif thinking aku tetap komunikasi dengan dirinya (tetep aku yang memulai), dan akhirnya dengan penuh keberanian akhirnya aku juur pada dirinya bahwa aku suka dengan dirina dan merasa nyaman dengan dirinya, namun jawaban dia sungguh membenarkan semua dugaan ku selama ini, dia menjawab "maaf widya, kalau gw telat mengetahui kalo lu juga suka sama gw, maaf kalau dulu gw sempat pergi jauh dari elu tanpa gw tau perasaan lu kepada gw", jawaban itu cukup membuatku mengerti atas semua tanda tanyaku selama ini. dan akupun menjawab "bukan salah lu, tp salah gw karena gw jg baru sekarang jujur kalo gw juga suka sama elu". mulai dari situ aku mulai menjauh dari dirinya, dan tidak pernah memulai komunikasi dengan dirinya lagi, tapi dia sering menegurku lewat salah satu media sosial. seminggu setelah kejadian itu akupun menerima undangan pernikahan dirinya, sedih ya pasti sedih, akupun mengabari dirinya bahwa aku tidak bisa datang dengan berbohong, aku hanya tidak ingin menangis melihatnya di pelaminan bersama dengan wanita pilihanya. seminggu setelah pernikahannya dia bertanya kenapa aku sudah jarang curhat dengannya, akupun mengungkapkan alasanku bahwa sudah tidak mungkin curhat dengan dirinya, aku tidak ingin merusak rumah tangganya karena curhatanku padanya, dan tanpa diduga dia berkata "lu gak perlu khawatir wid, gw masih akan selalu ada kalo lu mau curhat, dan isteri gw pun akan sangat mengerti karena dia tau semuanya"
akupun menangis, ya menangis karena penyesalanku membuat orang yang sangat baik pergi dari diriku.
Kamis, 14 November 2013
Senin, 16 September 2013
JODOH ITU BENAR-BENAR RAHASIA ALLAH
Selamat Pagi teman-teman
lama saya tidak menulis sebuah cerita di blog saya ini, tempat biasa saya mencurahkan semua yang saya lihat, saya alami, saya rasakan, dan saya dengar kedalam sebuah tulisan.
Jodoh tentu kalian semua tau apa arti tentang sebuah kata "J.O.D.O.H" ya sebuah kata yang sangat mudah diartikan dalam sebuah ikhtisar atau sebuah kalimat, tapi wujud sebuah kata .J.O.D.O.H tersebut sangat misteri akan adanya, tak ada seorangpun yang tau akan hal yang satu ini.
banyak pasangan2 dimuka bumi ini yang sudah bertahun2 memadu kasih beranggapan bahwa pasangan masing-masing yang mereka cintai itu adalah jodohnya, tapi mereka salah semua belum tentu pasangan yang mereka kasihi adalah jodoh mereka yang sudah ditentukan oleh sang pencipa.
sebuah cerita yang baru saja belakangan ini aku dengar dari seorang ukhti, seorang teman saat masih di bangku perkuliahan, sebuah cerita yang sangat menyentuh dan betapa sebuah kata "J.O.D.O.H" itu adalah benar misteri ALLAH sang pencipta, kapan dan siapanya sunggu benar2 ALLAH lah sang penentunya.
dan sebuah cerita dari pengalaman diriku sendiri betapa suara hati atas jawaban sebuah doa adalah sebuah keputusan yang baik untuk kita ambil, sebuah keputusan yang ALLAH bisikan dalam relung hati kita sebagai jawaban yang insyaALLAH terbaik untuk diri kita
first cerita ttg pengalama pribadi
berawal dari program usahaku dalam menemukan JODOH (pendamping hidup) terbaik untuk masa depanku, maka banyak sekali orang2 di sekitarku yang ingin membantuku, sebut saja rony (nama samaran) seorang seniorku di tempat aku bekerja dengan senang hati memperkenalkan ku dengan seorang temannya tony (nama samaran) yang juga sedang usaha mencari jodoh. perkenalanan dimulai dari saling tukar no handphone dan tukeran acouny Fb untuk saling melihat "fisik" masing2.
jujur saat itu aku benar2 tidak tertarik dengan tony, namun ada kalanya hati ini berkata, "tak ada salah mencoba berkomunikasi terlebih dahulu, mungkin saja orangnya asik dan nyambung dengan diriku yang memang ekstraordinary"
namun sebelum aku di perkenalkan aku bilang dengan seniorku bahwa aku tidak janji akan jadi suka dengan temannya itu dan tidak janji yang muluk, dan akhirnya kami sepakat akan perjanjian itu, toh hati seseorang tidak bisa dipaksa.
komunikasi via sms atau whatsapp pun rutin kami lakukan mulai dari obrolan yang ringan sampe obrolan yang sangat sulit yaitu pemecahan sebuah masalah Barang Milik Negara dalam laporan keuanganku, kebetulan saat itu tony adalah seorang petugas BMN merangkap seorang bendahara penerima di sebuah lembaga pemerintah di daerah jakarta utara. jujur dari komunikasi yang aku lakukan dengan tony, hatiku sama sekali belum bisa menerima dirinya, aku hanya menganggap dia sebagai teman ngobrol dan teman sharing, walau kadang dia selalu memberikan perhatian yang berlebih kepada diriku. aku mencoba berdoa kepada ALLAH agar ditunjukan jalan yang benar tentang semua yang aku jalani bersama tony. dan jawaban akan doaku itu terjawab disaat yang tepat. kala itu tony meminta izin untuk menelepon ku di malam minggu, dan kala itu aku izinkan, lalu perbincangan via teleponpun terjadi, namun aku merasa tak begitu bahagia dengan obrolan yang kami lakukan, walau terkadang aku tertawa, namun aku merasa tertawaku itu adalah sebuah tertawa yang aku paksakan. singkat cerita esok harinya akhirnya kami bertemu di suatu tempat rumah makan, dia ditemani dengan seniorku dan aku ditemani oleh 2 orang temanku. dan selama pertemuan itu aku merasa tidak nyambung dengan tony, aku merasa hari itu ALLAH memberiku jawaban atas semua doaku selama ini, ya sebuah jawaban kalo aku tidak bisa menerima orang yang sudah begitu perhatian dengan diriku, terlebih keputusanku di perkuat dengan tuduhan dia bahwa aku akan menikah sirih dengan seniorku yang notabene sudah memiliki istri dan seorang anak. sehabis pertemuan itu tony selalu mencoba menanyai kabarku, namun aku acuhkan, dengan pemikiran aku tak ingin memberikan harapan kepada dirinya dengan menjawab semua pertanyaan "perhatiannya" kepada diriku..lalu setelah beberapa bulan benar2 tak berhubungan aku pun dikabari oleh seniorku bahwa tony telah meninggal karena kecelakaan, aku sedih bukan karena kehilangan, tapi aku sedih karena kami berakhir dengan cara yang tidak baik, terlebih aku belum minta maaf pada dirinya lantaran tidak bisa menerima dia, namun kepergian tony memberikan pukulan yang sangat hebat untuk rony, bahkan rony menuduhku bahwa akulah penyebab kematian sahabatnya, aku sedih dan tidak bisa menerima sebuah tuduhan rony kepada diriku, dan dengan lantang aku bertanya kepada rony "apakah jodoh bisa dipaksakan oleh seseorang, apakah hati bisa dipaksakan untuk menerima seseorang, apakah tidak bisa mengerti bagaimana perasaan dan kondisi hatiku apabila aku terus meneruskan semua ini dan menerima tony dalam hidupku, lalu aku ditinggalkan dia untuk selamanya?" dan semua pertanyaan itu tak bisa dia jawab.
jadilah ini maksudku tadi bahwa DOA adalah cara yang benar untuk meminta jawaban atas semua pertanyaan dirimu, dan hati tidaklah bisa di paksakan.
second strory..based on true story
awal perkenalan dari keinginan seorang pria sebut saja ginda (nama samaran) yang ingin meminjam skripsi temanku seorang ukhti yang baik hati dan memiliki prinsip yang kuat akan islam sebut saja anggre (nama samaran) maka perkenalan itu pun terjadi dan akhirnya saling bertukar CV untuk mencoba ta'aruf (perkenalan mendalam dalam islam), semua berawal sangat indah dan serba cepat, dari mulai diperkenalkan dengan ustad sang pria, lalu diperkenalkan dengan keluarga sang pria dan akhirnya pria tersebut berkenalan dengan keluarga anggre dan di putuskan untuk saling meningkatkan hubungan dari ta'aruf menjadi sebiah pernikahan, kedua belah pihak keluarga telah saling kenal dan telah saling menyetujui, maka bahagialah temanku itu, ya bisa dirasakan kala itu betapa bahagianya temanku itu, sedikit lagi keinginannya dan juga keinginnan setiap wanita di dunia akan terwujud, dirinya akan di persunting oleh seorang pria yang insyaALLAH jodohnya, tapi semua mimpi indah itu sirna, dengan cepatnya ALLAH mengambil semua kebahagiaan itu, keinginananya untuk menikah hilang dan sirna seketika takkala berita duka itu sampai ketelinganya, ya sebulan sebelum hari lahirnya yang ke 27 tahun dan sepuluh hari setelah pertemuan keluarga tepatnya tanggal 23 maret berita duka itu datang menghanguskan dan menenggelamkan semua harapan dan kebahagiaan yang sedikit lagi akan iya capai, betapa terkejut dan paniknya dia ketika berita itu sampai ketelinganya, kenapa? mengapa? kok bisa? pertanyaan itu selalu membuat hati dan pikirannya berkecamuk, kenapa dia meninggalkan dirinya begitu cepat, mengapa dia meninggal, kok bisa berita duka itu datang begitu cepatnya, tangispun pecah semua sudah terjadi, hanya ikhlas yang bisa dia lakukan, semua sudah rencan sang pencipta, semua sudah ketentuan sang khalik, dan untuk terakhir kalinya saat dia melihat jenazah ginda dia mengucapkan terimakasih karena telah mengajarkannya ber-ta'aruf yang begitu indah,.
dari cerita di atas maka dapat diketahui bahwa JODOH dan maut adalah mutlak kuasa ALLAH, kebahagian yang sudah ada di depan matapun bisa hilang sirna dan pergi seketika dari diri kita jika ALLAH menghendaki semua itu.
jadi teman berdoa lah untuk meminta jawaban yang terbaik atas semua doa dan keinginan mu , jangan lah kau memaksakan sesuatu yang kau belum tau baiknya untuk diriku, dan ingatlah bahwa JODOH mutlak kuasa ALLAH, sekuat apapun kita berusaha mencari jodoh yg kita harapkan jika ALLAH tak berkenan maka dia tidak akan jd jodohmu. sesungguhnya semua itu akan indah pada waktunya, asalkan kita ikhlas dan selalu memperbaiki diri menjadi lebih baik. InsyaALLAH..aamiin ya ALLAH
Salam
lama saya tidak menulis sebuah cerita di blog saya ini, tempat biasa saya mencurahkan semua yang saya lihat, saya alami, saya rasakan, dan saya dengar kedalam sebuah tulisan.
Jodoh tentu kalian semua tau apa arti tentang sebuah kata "J.O.D.O.H" ya sebuah kata yang sangat mudah diartikan dalam sebuah ikhtisar atau sebuah kalimat, tapi wujud sebuah kata .J.O.D.O.H tersebut sangat misteri akan adanya, tak ada seorangpun yang tau akan hal yang satu ini.
banyak pasangan2 dimuka bumi ini yang sudah bertahun2 memadu kasih beranggapan bahwa pasangan masing-masing yang mereka cintai itu adalah jodohnya, tapi mereka salah semua belum tentu pasangan yang mereka kasihi adalah jodoh mereka yang sudah ditentukan oleh sang pencipa.
sebuah cerita yang baru saja belakangan ini aku dengar dari seorang ukhti, seorang teman saat masih di bangku perkuliahan, sebuah cerita yang sangat menyentuh dan betapa sebuah kata "J.O.D.O.H" itu adalah benar misteri ALLAH sang pencipta, kapan dan siapanya sunggu benar2 ALLAH lah sang penentunya.
dan sebuah cerita dari pengalaman diriku sendiri betapa suara hati atas jawaban sebuah doa adalah sebuah keputusan yang baik untuk kita ambil, sebuah keputusan yang ALLAH bisikan dalam relung hati kita sebagai jawaban yang insyaALLAH terbaik untuk diri kita
first cerita ttg pengalama pribadi
berawal dari program usahaku dalam menemukan JODOH (pendamping hidup) terbaik untuk masa depanku, maka banyak sekali orang2 di sekitarku yang ingin membantuku, sebut saja rony (nama samaran) seorang seniorku di tempat aku bekerja dengan senang hati memperkenalkan ku dengan seorang temannya tony (nama samaran) yang juga sedang usaha mencari jodoh. perkenalanan dimulai dari saling tukar no handphone dan tukeran acouny Fb untuk saling melihat "fisik" masing2.
jujur saat itu aku benar2 tidak tertarik dengan tony, namun ada kalanya hati ini berkata, "tak ada salah mencoba berkomunikasi terlebih dahulu, mungkin saja orangnya asik dan nyambung dengan diriku yang memang ekstraordinary"
namun sebelum aku di perkenalkan aku bilang dengan seniorku bahwa aku tidak janji akan jadi suka dengan temannya itu dan tidak janji yang muluk, dan akhirnya kami sepakat akan perjanjian itu, toh hati seseorang tidak bisa dipaksa.
komunikasi via sms atau whatsapp pun rutin kami lakukan mulai dari obrolan yang ringan sampe obrolan yang sangat sulit yaitu pemecahan sebuah masalah Barang Milik Negara dalam laporan keuanganku, kebetulan saat itu tony adalah seorang petugas BMN merangkap seorang bendahara penerima di sebuah lembaga pemerintah di daerah jakarta utara. jujur dari komunikasi yang aku lakukan dengan tony, hatiku sama sekali belum bisa menerima dirinya, aku hanya menganggap dia sebagai teman ngobrol dan teman sharing, walau kadang dia selalu memberikan perhatian yang berlebih kepada diriku. aku mencoba berdoa kepada ALLAH agar ditunjukan jalan yang benar tentang semua yang aku jalani bersama tony. dan jawaban akan doaku itu terjawab disaat yang tepat. kala itu tony meminta izin untuk menelepon ku di malam minggu, dan kala itu aku izinkan, lalu perbincangan via teleponpun terjadi, namun aku merasa tak begitu bahagia dengan obrolan yang kami lakukan, walau terkadang aku tertawa, namun aku merasa tertawaku itu adalah sebuah tertawa yang aku paksakan. singkat cerita esok harinya akhirnya kami bertemu di suatu tempat rumah makan, dia ditemani dengan seniorku dan aku ditemani oleh 2 orang temanku. dan selama pertemuan itu aku merasa tidak nyambung dengan tony, aku merasa hari itu ALLAH memberiku jawaban atas semua doaku selama ini, ya sebuah jawaban kalo aku tidak bisa menerima orang yang sudah begitu perhatian dengan diriku, terlebih keputusanku di perkuat dengan tuduhan dia bahwa aku akan menikah sirih dengan seniorku yang notabene sudah memiliki istri dan seorang anak. sehabis pertemuan itu tony selalu mencoba menanyai kabarku, namun aku acuhkan, dengan pemikiran aku tak ingin memberikan harapan kepada dirinya dengan menjawab semua pertanyaan "perhatiannya" kepada diriku..lalu setelah beberapa bulan benar2 tak berhubungan aku pun dikabari oleh seniorku bahwa tony telah meninggal karena kecelakaan, aku sedih bukan karena kehilangan, tapi aku sedih karena kami berakhir dengan cara yang tidak baik, terlebih aku belum minta maaf pada dirinya lantaran tidak bisa menerima dia, namun kepergian tony memberikan pukulan yang sangat hebat untuk rony, bahkan rony menuduhku bahwa akulah penyebab kematian sahabatnya, aku sedih dan tidak bisa menerima sebuah tuduhan rony kepada diriku, dan dengan lantang aku bertanya kepada rony "apakah jodoh bisa dipaksakan oleh seseorang, apakah hati bisa dipaksakan untuk menerima seseorang, apakah tidak bisa mengerti bagaimana perasaan dan kondisi hatiku apabila aku terus meneruskan semua ini dan menerima tony dalam hidupku, lalu aku ditinggalkan dia untuk selamanya?" dan semua pertanyaan itu tak bisa dia jawab.
jadilah ini maksudku tadi bahwa DOA adalah cara yang benar untuk meminta jawaban atas semua pertanyaan dirimu, dan hati tidaklah bisa di paksakan.
second strory..based on true story
awal perkenalan dari keinginan seorang pria sebut saja ginda (nama samaran) yang ingin meminjam skripsi temanku seorang ukhti yang baik hati dan memiliki prinsip yang kuat akan islam sebut saja anggre (nama samaran) maka perkenalan itu pun terjadi dan akhirnya saling bertukar CV untuk mencoba ta'aruf (perkenalan mendalam dalam islam), semua berawal sangat indah dan serba cepat, dari mulai diperkenalkan dengan ustad sang pria, lalu diperkenalkan dengan keluarga sang pria dan akhirnya pria tersebut berkenalan dengan keluarga anggre dan di putuskan untuk saling meningkatkan hubungan dari ta'aruf menjadi sebiah pernikahan, kedua belah pihak keluarga telah saling kenal dan telah saling menyetujui, maka bahagialah temanku itu, ya bisa dirasakan kala itu betapa bahagianya temanku itu, sedikit lagi keinginannya dan juga keinginnan setiap wanita di dunia akan terwujud, dirinya akan di persunting oleh seorang pria yang insyaALLAH jodohnya, tapi semua mimpi indah itu sirna, dengan cepatnya ALLAH mengambil semua kebahagiaan itu, keinginananya untuk menikah hilang dan sirna seketika takkala berita duka itu sampai ketelinganya, ya sebulan sebelum hari lahirnya yang ke 27 tahun dan sepuluh hari setelah pertemuan keluarga tepatnya tanggal 23 maret berita duka itu datang menghanguskan dan menenggelamkan semua harapan dan kebahagiaan yang sedikit lagi akan iya capai, betapa terkejut dan paniknya dia ketika berita itu sampai ketelinganya, kenapa? mengapa? kok bisa? pertanyaan itu selalu membuat hati dan pikirannya berkecamuk, kenapa dia meninggalkan dirinya begitu cepat, mengapa dia meninggal, kok bisa berita duka itu datang begitu cepatnya, tangispun pecah semua sudah terjadi, hanya ikhlas yang bisa dia lakukan, semua sudah rencan sang pencipta, semua sudah ketentuan sang khalik, dan untuk terakhir kalinya saat dia melihat jenazah ginda dia mengucapkan terimakasih karena telah mengajarkannya ber-ta'aruf yang begitu indah,.
dari cerita di atas maka dapat diketahui bahwa JODOH dan maut adalah mutlak kuasa ALLAH, kebahagian yang sudah ada di depan matapun bisa hilang sirna dan pergi seketika dari diri kita jika ALLAH menghendaki semua itu.
jadi teman berdoa lah untuk meminta jawaban yang terbaik atas semua doa dan keinginan mu , jangan lah kau memaksakan sesuatu yang kau belum tau baiknya untuk diriku, dan ingatlah bahwa JODOH mutlak kuasa ALLAH, sekuat apapun kita berusaha mencari jodoh yg kita harapkan jika ALLAH tak berkenan maka dia tidak akan jd jodohmu. sesungguhnya semua itu akan indah pada waktunya, asalkan kita ikhlas dan selalu memperbaiki diri menjadi lebih baik. InsyaALLAH..aamiin ya ALLAH
Salam
Kamis, 15 Agustus 2013
UDAH GAK MEMPAN DI PHP-IN...
Sebelumnya belum kenal dengan pria tampan itu, walaupun kami satu kementerian, sebuah ketidaksengajaan bisa kenal dengan dia, seorang pria biasa (tadi-nya menurutku) tapi menjadi pria yang sangat aku harapkan kelak menjadi pemimpin dalam keluarga ku, awalnya sih ngerasa kalo dia yang ngendeketin duluan, tapi sesalu aku tepis perasaanku itu, takutnya ini hanya sebuah perasaan "Gede Rasa" ku belaka, singkat cerita aku memcoba mengenal dia saat dia pergi jauh dari kementerian tempatku bekerja (resign) ya karena dia resign aku berani deketai dia, dengan pemikiran kalopun patah hati orangnnya gak bakal aku liat dan gak bakal ketemu secara intens. mulanya hanya sms tanya kabar, tanya kerja dimana lalu berlanjut dengan sms sedikit flirting ala2 alay, jujur sih sempat melambung tinggi dan mulai jatuh cinta dengannya, apalagi suka dibangunin untuk solat subuh. tapi setelah lebaran tahun 2011 sosoknya hilang seperti ditelan bumi, tak pernah ada balasan lagi dr setiap sms yang aku kirim, sedih tapi sudah lah toh dari awal aku sudah menyadari konsekuensi apa yang akan ku terima jika aku menyukai pria itu, ya sebuah konsekuensi patah hati lantaran aku terlalu "Gede Rasa" dengan semua perlakuan dan sms-sms darinya. betapa dari awal aku menyadari kalo suka dengan dirinya bagaikan "Pungguk merindukan bulan". singkat cerita lagi awal tahun 2013 aku dan dirinya mulai berkomunnikasi kembali tidak lewat sms, tapi lewat media sosial yang banyak digandurungi oleh orang2 di dunia ini, "FACEBOOK" dari media itu aku sering chating dengan dia, terkadang isi chatingannya suka menjurus, seperti chatingan saat kami membicarakan pernikahan seorang teman, didalam chatingan itu dia seolah memberi harapan kalo dia dan aku akan berlabuh di pelaminan, kami mengurus mulau dr undangan, konsep pernikahan dll, tapi bagiku itu sudah tidak mempan dan tidak akan membuat aku melambung terbang tinggi ke angkasa hanya karena sebuah Harapan Palsu. Aku adalah wanita dewasa yang sudah tidak lagi butuh flirtingan macam anak2 alay, yang sudah tidak mempan hanya diberi harapan palsu, aku adalah wanita dewasa yang ingin menatap masa depan dengan sebuah kepastian, bukan sebuah harapan palsu, dan aku adalah wanita dewasa yang sudah siap untuk menikah dan membina rumah tangga. sedaappp garang n serem euy kata2 gw...hahahha
salam
STOP PHP
Ikhlas itu wajib walaupun perih
hanya sebuah catatan pribadi
Jujur aku letih dengan semua ini, tapi toh aku harus menjalani semua ini, menjalani semua suratan yang telah di gariskan ALLAH untuk diriku, kadang aku bertanya apa yang salah dalam diriku, sehingga aku harus mengalai semua ini, hidupku berubah setelah aku lulus kuliah, semua yang ingin ku capai dan ingin ku wujudkan sulit sekali terwujud, aku merasa ALLAH jauh dariku, aku merasa aku jauh dari cinta dan kasih sayang ALLAH, tak seperti dulu saat aku masih duduk di bangku SMA dan Universitas
Jujur aku letih dengan semua ini, tapi toh aku harus menjalani semua ini, menjalani semua suratan yang telah di gariskan ALLAH untuk diriku, kadang aku bertanya apa yang salah dalam diriku, sehingga aku harus mengalai semua ini, hidupku berubah setelah aku lulus kuliah, semua yang ingin ku capai dan ingin ku wujudkan sulit sekali terwujud, aku merasa ALLAH jauh dariku, aku merasa aku jauh dari cinta dan kasih sayang ALLAH, tak seperti dulu saat aku masih duduk di bangku SMA dan Universitas
Rabu, 24 April 2013
Thanks ALLAH I am 27 years old now...
Pagi jam 5 subuh bertepatan dengan berkumandangannya adzan subuh aku mengulang hari lahirku yang ke 27 tahun...whaatttt 27 tahun...udah tua ternyata diriku..belum ada perubahan yang berarti dalam hidupku saat menginjak umur 27 tahun..aku masih suka manja sama Ayah dan Ibuku, aku masih sangat bergantung padanya (belum mandiri) dan yang pasti belum ada perubahan hebat dalam STATUS ku dari single menjadi double (MENIKAH) hahahha...tak mau ambil pusing soal kenapa aku belum menikah, bagiku semua akan tepat pada waktunya, semua toh sudah di atur semuanya oleh ALLAH perihal yang 1 itu. Pastinya di umur yang sudah 27 tahun ini aku hanya ingin bersyukur kepada ALLAH atas semua karunia, rezeki, dan kesempatan yang telah diberikan ALLAH kepada diriku, 27 masih bisa melihat dunia dan masih bisa mersakan bernapas sudah hal yang sangat aku syukuri, belum lagi semua apa yang telah aku capai selama ini...ohh thank ya ALLAH atas semua yang telah Kau beri padaku.
entah sampe kapan kesempatan yang akan ALLAH berikan padaku, umur semakin tua, berarti jatah hidup di dunia pun semakin berkurang, dan yang pasti di sisa umurku ini aku ingin sekali lebih baik dari yang sebelumnya, lebiih mendekatkan diri kepada ALLAH, lebih bisa bersabar, lebih ikhlas dan selalu bersyukur atas apa yang telah ALLAH beri untukku, dan yang pasti di sisa umurku ini semoga tahun 2013 ini di umur 27 tahunku ini aku dipertemukan jodoh oleh ALLAH...aamiin ya ALLAH (40x)
untuk Ayah Ibu serta saudara2 dan keponakan2ku dan tak lupa sahabat2ku terimakasih atas doa dan ucapannya..semoga doa2 kalian untuk diriku didengar dan dikabulkan oleh ALLAH SWT ... aamiin ya ALLA (40x)..
Salammm
entah sampe kapan kesempatan yang akan ALLAH berikan padaku, umur semakin tua, berarti jatah hidup di dunia pun semakin berkurang, dan yang pasti di sisa umurku ini aku ingin sekali lebih baik dari yang sebelumnya, lebiih mendekatkan diri kepada ALLAH, lebih bisa bersabar, lebih ikhlas dan selalu bersyukur atas apa yang telah ALLAH beri untukku, dan yang pasti di sisa umurku ini semoga tahun 2013 ini di umur 27 tahunku ini aku dipertemukan jodoh oleh ALLAH...aamiin ya ALLAH (40x)
untuk Ayah Ibu serta saudara2 dan keponakan2ku dan tak lupa sahabat2ku terimakasih atas doa dan ucapannya..semoga doa2 kalian untuk diriku didengar dan dikabulkan oleh ALLAH SWT ... aamiin ya ALLA (40x)..
Salammm
Senin, 19 November 2012
JODOH HAL YANG SELALU AKU BENCI UNTUK DIPERDEBATKAN
teman-teman yang seumuran denganku (baca berumur 25 lebih keatas) pasti sangat mendamba-dambakan hadirnya seorang jodoh, terkadang sebagian dari mereka berusaha menari jodoh dengan caranya masing-masing, seperti mendekati seorang pria, seperti minta di jodohin dengan rekan2nya, terkadang aku bingung apakah saha seperti itu yang dianjurkan dalam islam, apakah usaha seperti itu akan mendatangkan jodoh yang tepat kepada kita.
mungkin aku adalah salah satu orang yang tidak sependapat dengan usaha seperti itu, tidak sepakat dengan kata "jodoh itu harus dicari"..dan hal ini selalu menjadi perdebatan antara aku dengan teman2ku sesama pencari pasangan tulang rusuk (baca jodoh) atau salah satu orang kantorku yang sudah menikah, seperti yang di ucapkan salah satu teman kantorku
TZ : "jodoh itu harus dicari, elu itu harus usaha cari pacar, kalo lu gak usaha gimana lu bisa dapet pacar, gimana lu bisa nikah"
namun aku dengan santai menjawab "jodoh di tangan ALLAH, dan rahasia ALLAH yang aku tidak tau kapan akan datangnya"
TZ : "mana bisa elu pikir ALLAH bakal nurunin jooh ke elu cuma dengan diam dan berdoa aja...gak mungkin, jodoh itu seperti rezeki dimana kita harus mencarinya, emang lu bisa dapet duit kalo lu gak kerja, ya sama saja dengan jodoh kalo lu gak usaha gimana bisa di turunin tuh jodoh sama ALLAH"
lalu aku tersenyum, dan menangggapinya dengan santai "kita berbeda prinsip, biarlah lu dengan prinsip elu dan gw dengan prinsip gw, jadi gak usah diperdebatkan dan gak usah pake emosi menerangkan semua prinsiplu ke gw"
jujur aku sering berdebat perihal "jodoh" dengan dengan teman-temanku yang sekarang sedang galau gundah gulana menanti jodoh mereka, sekali lagi bagiku jodoh adalah rahasia ALLAH yang datangnya selalu tidak terduga, jodoh bukan seperti rezeki yang harus di jemput namun memang harus diusahakan tapi bukan usaha seperti yang kebanyakan orang sarankan kepadaku. bagiku jodoh seperti kematian, karena keduanya merupakan takdir yang tidak bisa dirubah, takdir yang sedari kita berada dikandungan ibu kita berumur 4 bulan sudah di tentukan dan sudah digariskan oleh ALLAH kapan waktunya akan datang. berbeda dengan rezeki yang memang harus kita cari harus kita jemput, karena rezeki adalah takdir yang bisa di rubah, ya maksud takdir yang bisa dirubah disini adalah, semakin kita giat berusaha dan bekerja maka rezeki itu akan semakin banyak kita dapatkan, sekali lagi berbeda dengan Jodoh dan Kematian, tarulah contoh penalaran seperti ini, apakah jika kita berusaha mencari pacar lalu kita berpacaran dengan seseorang maka orang tersebut akan menjadi jodoh kita??, lalu jika kita sudah pacaran bertahun-tahun degan seseorang apakah itu akan menjamin kita berjodoh dengan orang tersebut?? tentu kita tidak akan tahu jawabannya karena sekali lagi Jodoh adalah Rahasia ALLAH dan waktunya pun menjadi rahasia-NYA
dengan penalaran seperti itulah mengapa aku berani berkata tak perlu menjemputnya pun maka jika sudah waktunya maka ALLAH akan mempertemukan dan mempersatukan kita dengan jodoh kita dalam ikan pernikahan guna melengkapi sebagian agama kita,
seperti yang saya sebutkan sebelumnya jodoh harus tetap diusahakan tapi bukan dengan hal2 yang sering temanku katakan, bagiku usahaku untuk bertemu dengan jodohku adalah dengan selalu berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik, selalu memohon ampun kepada ALLAH atas semua kesalahan yang telah diperbuat, berdoa dengan tulus dan rendah hati, dengan usaha seperti ini semoga ALLAH lebih meridhoi walaupun sekali lagi ketetapan waktu kapan jodoh itu akan datang mutlak di tangan Sang Pencipta ALLAH SWT.
sedikit berbagi doa meminta jodoh untuk teman2 yang sama2 seperti saya agar dapat segera didatangkan jodoh yang terbaik menurut ALLAH SWT
"Rabbana Hablana Milladunka Zaujan Thayyiba Wayakuna Shahiban Lii Fiddini Waddunya Wal Akhirah"
mungkin aku adalah salah satu orang yang tidak sependapat dengan usaha seperti itu, tidak sepakat dengan kata "jodoh itu harus dicari"..dan hal ini selalu menjadi perdebatan antara aku dengan teman2ku sesama pencari pasangan tulang rusuk (baca jodoh) atau salah satu orang kantorku yang sudah menikah, seperti yang di ucapkan salah satu teman kantorku
TZ : "jodoh itu harus dicari, elu itu harus usaha cari pacar, kalo lu gak usaha gimana lu bisa dapet pacar, gimana lu bisa nikah"
namun aku dengan santai menjawab "jodoh di tangan ALLAH, dan rahasia ALLAH yang aku tidak tau kapan akan datangnya"
TZ : "mana bisa elu pikir ALLAH bakal nurunin jooh ke elu cuma dengan diam dan berdoa aja...gak mungkin, jodoh itu seperti rezeki dimana kita harus mencarinya, emang lu bisa dapet duit kalo lu gak kerja, ya sama saja dengan jodoh kalo lu gak usaha gimana bisa di turunin tuh jodoh sama ALLAH"
lalu aku tersenyum, dan menangggapinya dengan santai "kita berbeda prinsip, biarlah lu dengan prinsip elu dan gw dengan prinsip gw, jadi gak usah diperdebatkan dan gak usah pake emosi menerangkan semua prinsiplu ke gw"
jujur aku sering berdebat perihal "jodoh" dengan dengan teman-temanku yang sekarang sedang galau gundah gulana menanti jodoh mereka, sekali lagi bagiku jodoh adalah rahasia ALLAH yang datangnya selalu tidak terduga, jodoh bukan seperti rezeki yang harus di jemput namun memang harus diusahakan tapi bukan usaha seperti yang kebanyakan orang sarankan kepadaku. bagiku jodoh seperti kematian, karena keduanya merupakan takdir yang tidak bisa dirubah, takdir yang sedari kita berada dikandungan ibu kita berumur 4 bulan sudah di tentukan dan sudah digariskan oleh ALLAH kapan waktunya akan datang. berbeda dengan rezeki yang memang harus kita cari harus kita jemput, karena rezeki adalah takdir yang bisa di rubah, ya maksud takdir yang bisa dirubah disini adalah, semakin kita giat berusaha dan bekerja maka rezeki itu akan semakin banyak kita dapatkan, sekali lagi berbeda dengan Jodoh dan Kematian, tarulah contoh penalaran seperti ini, apakah jika kita berusaha mencari pacar lalu kita berpacaran dengan seseorang maka orang tersebut akan menjadi jodoh kita??, lalu jika kita sudah pacaran bertahun-tahun degan seseorang apakah itu akan menjamin kita berjodoh dengan orang tersebut?? tentu kita tidak akan tahu jawabannya karena sekali lagi Jodoh adalah Rahasia ALLAH dan waktunya pun menjadi rahasia-NYA
dengan penalaran seperti itulah mengapa aku berani berkata tak perlu menjemputnya pun maka jika sudah waktunya maka ALLAH akan mempertemukan dan mempersatukan kita dengan jodoh kita dalam ikan pernikahan guna melengkapi sebagian agama kita,
seperti yang saya sebutkan sebelumnya jodoh harus tetap diusahakan tapi bukan dengan hal2 yang sering temanku katakan, bagiku usahaku untuk bertemu dengan jodohku adalah dengan selalu berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik, selalu memohon ampun kepada ALLAH atas semua kesalahan yang telah diperbuat, berdoa dengan tulus dan rendah hati, dengan usaha seperti ini semoga ALLAH lebih meridhoi walaupun sekali lagi ketetapan waktu kapan jodoh itu akan datang mutlak di tangan Sang Pencipta ALLAH SWT.
sedikit berbagi doa meminta jodoh untuk teman2 yang sama2 seperti saya agar dapat segera didatangkan jodoh yang terbaik menurut ALLAH SWT
"Rabbana Hablana Milladunka Zaujan Thayyiba Wayakuna Shahiban Lii Fiddini Waddunya Wal Akhirah"
IYA BENAR INI SEMUA SALAHKU..
rasanya ingin sekali pergi ke psikolog hanya untuk sekedar bercerita apapun semua yang ada di hati ini..rasanya hati ini begitu tertekan dengan kehidupan "UNNORMAL" yang aku jalani di keluargaku..ya semua berawal dari sebuah kata yang aku ucapkan disaat kelas 6 SD..itulah awal ketidak normalan hidup yang aku jalani dalam keluargaku...seandainya aku tahu apa arti 1 kata yang aku ucapkan kepada kakakku itu mungkin pertengkaran dan demdam yang membara di hati kakaku tidak akan terjadi dan mungkin kehidupan "NORMAL" akan kujalani...tapi ya nasi telah menjadi bubur. dan jikalau pada saat SMP aku tidak mengucapkan kata candaan itu maka mungkin keadaannya tidak akan seburuk yang aku alami saat ini. dan akibat semua perbuatanku itu harus aku tebus dengan mahal, aku harus menjalani hukuman yang ALLAH berikan kepadaku dan kehidupanku yang tidak normal, serta tekanan batin yang aku alami sekarang aku alami karena hukuman dan ketidak normalan tersebut. ya semua salahku dan aku pantas mendapatka semua hukuman dan ketidaknormalan ini, walaupun aku sebenarnya tidak menginnkan hukuman ini, hukuman yang sangat berat yang membuat aku terkadang bingung harus bebuat apalagi agar ALLAH melepaskan semua hukumannya kepadaku dan mengampuni semua dosaku. tapi inilah hidupku, hidup yang harus aku jalani.
Langganan:
Postingan (Atom)